KEANEHAN OBSESI MICHAEL JACKSON TERHADAP ELVIS PRESLEY

Kematian Michael Jackson pada 25 Juni lalu mengingatkan kita pada kematian King of Rock n Roll, Elvis Presley. Pada 16 Agustus 1977, Elvis meninggal di rumahnya di Graceland dalam usia 42 tahun. Otopsi dokter menyebutkan Elvis terkena serangan jantung.  Ketika itu Elvis meninggalkan seorang putri bernama Lisa Marie, hasil perkawinannya dengan Priscilla.

Jackson sangat mengagumi dan mengidolakan Elvis. Bahkan terobsesi untuk menjadi pewaris status Raja dibidang musik.
Obsesi Jackson terhadap Elvis tampaknya tidak sekadar ingin menjadi The King, tapi juga keinginannya mengubah warna kulit mengikuti Elvis yang putih. Jackson memang tidak begitu menyukai kulitnya yang hitam sebagaimana pernah diungkapkan sahabatnya Quincy Jones.
Sejak itulah Jackson berulangkali melakukan bedah plastik untuk mengubah kulit hitamnya menjadi putih. Bahkan Jackson mengubah struktur wajah agar tampak mirip ras kulit putih, tetapi gagal. Soal kulitnya ini, Jackson mengklaim akibat sejenis penyakit kulit yang disebut vitiligo.
Di samping itu, kawasan rumah Jackson pun diberi nama Neverland (Tanah Impian), sekadar mengikuti gaya nama rumah Elvis, Graceland (Tanah Yang diberkati).
Pada tahun 1994, Jackson menikahi Lisa Marie dalam sebuah upacara pernikahan sederhana di Republik Dominika. Sebagian pengamat menilai, pernikahan ini sebagai upaya Jackson merebut ‘mahkota raja musik’ yang disandang Elvis. Tetapi bagi Jackson, pernikahan ini lebih bermakna meneruskan dinasti The King of  Music. Menyatukan darah King Of Rock n Roll dengan King Of Pop.
Perkawinan mereka memang murni cinta dan tidak sedang berpura-pura.  Tetapi sayangnya Lisa menolak hamil. Dia tidak ingin benih Jackson. Meski dalam urusan sex, Jackson tergolong normal dan bahkan sangat bergairah.
Dalam suatu kesempatan Jackson pernah bertanya kepada Lisa seputar kematian ayahnya, Elvis. Setelah mendengar penuturan Lisa, Jackson berkata bahwa dirinya sangat takut dengan kematian yang mendadak.
Dikisahkan, Elvis meninggal mendadak saat berada di kamar mandi rumahnya di Graceland. Mayatnya ditemukan beberapa jam setelah ia menghembuskan nafas terakhirnya. Otopsi menunjukkan tubuhnya bengkak dengan ukuran jantung yang membesar. Lambungnya penuh berisi obat-obatan.
Obsesi Jackson sejak muda untuk mengungguli prestasi Elvis berhasil dicapainya. Bahkan Jackson jauh lebih sukses. Elvis tidak pernah menulis satu lagu pun, sedangkan Jackson sangat produktif mencipta lagu. Jackson malah pernah mengklaim sebagai King of Pop, Rock n Soul (setelah kematian The Godfather Soul: James Brown)
Jackson pun berhasil menikahi putri Elvis. Namun satu hal yang justru tidak diinginkan Jackson adalah mengalami kematian seperti kematian Elvis.
Tetapi sejarah mencatat, Jackson ditemukan tewas mendadak di rumahnya di Neverland. Kematiannya yang mendadak persis yang dialami Elvis, idola sekaligus mertuanya. Bedanya, tubuh Jackson sangat kurus, tetapi isi lambungnya penuh pula obat-obatan. Sebelum meninggal, Elvis dan Jackson pun sangat menderita disebabkan kesulitan tidur (insomnia), hingga harus dibantu beraneka ragam pil-pil penenang. Pil itu pula yang membuat keduanya tidur panjang selamanya. Menyedihkan nasib akhir dua raja musik dunia ini.
Mengomentari kematian Jackson, Presiden Obama meringkasnya dalam 2 kata: Great and Tragedy. Ya, prestasi Jackson memang sangat besar. Tetapi kematiannya adalah tragedi. Sementara majalah People mencantumkan headline: Talent and Tragedy.
Tampaknya sebagian masyarakat Amerika percaya kematian Jackson merupakan tragedi memilukan.
Kalau boleh menyarankan, pilihlah idola yang tepat.

michael_jackson-elvis_presley-banimustajab1

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Michael Jackson Thumbs Up